Sabtu, 30 Oktober 2010

Kebebasan, Tanggung jawab dan Hati Nurani

A.   Kebebasan
Dilihat dari segi sifatnya, kebebasan itu dapat dibagi tiga; Kebebasan jasmani, yaitu kebebasan dalam menggerakkan dan mempergunakan anggota badan yang kita miliki; 
Kebebasan kehendak (rohaniah) yaitu kebebasan untuk menghendaki sesuatu; 
Kebebasan moral yang dalam arti luas berarti tidak adanya macam-macam ancaman, tekanan, larang dan ain desakan yang tidak sampai berupa paksaan

Etika, Moral dan Susila

A.    ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani; ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Etika dalam arti yang khusus mencakup empat hal sebagai berikut;
Pertama, dilihat dari segi obyek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Kedua, dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat.
Ketiga, dilihat dari segi fungsinya, etika

Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Akhlak


Dalam kaitannya dengan hal ini, akan dibahas mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan ilmu akhlaq dengan pendekatan religi, yaitu: pertama, pertumbuhan dan perkembangan ilmu akhlak di luar ajaran Islam; kedua, pertumbuhan dan perkembangan ilmu akhlak di dalam ajaran Islam.




A.    Ilmu Aklak diluar Agama Islam


1.    Akhlak pada masa Yunani


Dasar yang digunakan para pemikir Yunani

Tarikat


A.    Pengertian

Istilah Tariqat berasal dari kata At-Tariq (jalan) menuju kepada hakikat, atau dengan kata lain pengalaman syariat. Sehingga Asy-Syekh Muhammad al-Kurdiy mengemukakan defenisi, yang berturut-turut disebut :

Tarekat adalah pengamalan syariat. Melaksanakan beban ibadah (dengan tekun) dan menjauhkan diri dari sikap mempermudah (ibadah), yang sebenarnya memang tidak boleh

Wahdat Al-Wujud dan Insan Kamil


A.     Pengertian
Kata “wahadatul al-Wujud” berarti kesatuan wujud. Dalam kata bahasa Inggris UNITY OF EXISTENCE. Paham ini merubah sifat nasuf yang ada dalamHulum menjadi Khalaq.

Aspek penting dari dua hal tersebut ialah aspek hak yang merupakan batin jauhar (substance) dan hakikat tiap-tiap yang berwujud. Dan aspek khalaq hanya merupakan ‘ard. Sesuatu yang mendatang. Karena itulah alam

Ittihad dan Hulul

A.    Pengertian
Ittihad adalah bahwa tingkatakan tasawuf seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan.  Ittihad merupakan suatu tingkatan dimana yang mencintakan dan yang dicintai telah menjadi satu.

A.R Al-Badawi berpendapat bahwa di dalam ittihad yang dilihat hanya satu wujud. Walaupun sebenarnya ada dua wujud yang berpisah satu dari yang lain.  Hal ini terjadi pertukaran peranan

Fana dan Baqa


A.    Pengertian
Fana artinya hilang, hancur, atau dalam bahasa Inggris dissapear, perish, annihalate. Sehingga dapat dipahami bahwa fana merupakan proses menghancurkan diri bagi seorang sufi agar dapat bersatu dengan Tuhan.

B.    Faham antara Fana Seiring Baqa


Ada beberapa faham kesufian yang membuktikan adanya keseiringan fana dan baqa yaitu : “Jika kejahilan (iqnorance) dari seseorang